jenasah tenaga kerja (TKW) asal kabupaten indramayu,Leliyah Darus (32) yang tiba di rumah duka di blok puro Rt 08/02,Desa Singaraja,Kecamatan Indramayu,Senin(30/6)dini hari disambut histeris seluruh anggota keluarga.
Sebelumnya Leliyah di kabarkan tewas setelah terjatuh dari lantai 4 rumah majikannya,Sameer Kholil,di Damakus,Suriah,pada 28 mei 2008
Meski penyebab kematian korban itu telah disertai dengan hasil visum dari rumah sakit di damakus,namun pihah keluarga meragukan hasil visum tersebut karena sebelum di kabarkan tewas,korban sempat menelepon saudaranya yang bekerja di Oman dan mengeluhkan kelakuan majikan yang selalu menyiksanya.
Leliyah mengaku sempat dianiaya dengan di pukul mengunakan kayu balok oleh majikannya.saya curiga kematiannya akibat kekerasan majikan sehingga untuk menghilangkan tanggung jawab korban di beritakan terjatuh kata Oos Suaedi,salah satu keluarga korban.
Menurut Oos Leliyah berangkat sekitar 6 bulan silam dengan perantara jasa PT Duta Bali Mandiri,Denpasar,Bali dan setelah tiba di Sariah,Leliyah selanjutnya dipekerjakan di rumah Sameer Kholil di Damakus.
Lebih lanjut Oos mengungkapkan,selain meminta penjelasan mengenai penyebab pasti kematian Leliyah,pihak keluarga pun meminta agar PJTKI yang menberangkatkan Leliyah untuk bertanggung jawab
”Pihak PJTKI hingga kini belum menbayarkan ansuransi maupun gaji selama 3 bulan yang menjadi hak Leliyah.kami berharap pemerintah dapat membantu menyelesaikan nya”kata Oos.
Keluarga korban kemudian memakamkan jenazah Leliyah di tempat pemakaman umum desa setempat dengan di hadiri puluhan warga.